Pernah mendengar kata "La Paz"? Mungkin banyak agan & sista yg belum pernah atau jarang mendengarnya. Kali ini saya akan mengajak agan & sista untuk mengenal kota La Paz & mengetahui keunikannya
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Desember 2011
Sabtu, 26 November 2011
0 Walah! Di Inggris, Supra X 125 Dijual Rp 27 Jutaan
Di Indonesia, Honda Supra X 125 sudah jadi sepeda motor rakyat. Bebek dengan mesin NF125 ini tenar dengan konsumsi bahan bakarnya yang irit dan performannya yang lebih dari cukup dipakai sehari-hari.
Tapi di Inggris, Honda Supra X 125 yang dijual dengan nama Honda Innova 125 ini jadi sangat mahal! Di negaranya Pangeran Charles ini, Honda Innova 125 dilepas 2.270 Euro atau senilai Rp 27,5 jutaan!
Padahal di dalam negeri harganya hanya Rp 16,5 jutaan untuk versi tertinggi yang sudah dilengkapi dengan injeksi bahan bakar. Sedang yang paling murah dilepas Rp 14,3 jutaan.
Secara fitur dan teknologi tidak ada yang istimewa. Lihat saja desainnya, masih mengusung desain Supra X 125 versi awal. Sayap depan dan lampu serta seinnya masih membulat. Padahal yang beredar di Indonesia sudah tampil dengan desain serba meruncing.
Perbedaan pada desain hanya ada di bentuk sein belakang yang dibuat menjorok keluar layaknya motor sport. Desain ini dibuat sesuai regulasi yang beredar di Eropa. Lampu sein harus bisa terlihat utuh dari belakang atau depan dan samping.


Sedang mesinnya, sama saja. Sama-sama NF125, satu silinder SOHC dengan kapasitas mesin 125,8cc dan memiliki piston 52,4mm dan stroke 57,9mm. Sudah mengadopsi teknologi injeksi bahan bakar PGM-Fi, dan lolos standar emisi Euro3
Yang pasti pajak dan biaya pengiriman dari Thailand ke Inggris yang bikin harganya jadi mahal.
STAY PEACE, LOVE, ALIM, AND GAHOEL
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7223592
Tapi di Inggris, Honda Supra X 125 yang dijual dengan nama Honda Innova 125 ini jadi sangat mahal! Di negaranya Pangeran Charles ini, Honda Innova 125 dilepas 2.270 Euro atau senilai Rp 27,5 jutaan!
Padahal di dalam negeri harganya hanya Rp 16,5 jutaan untuk versi tertinggi yang sudah dilengkapi dengan injeksi bahan bakar. Sedang yang paling murah dilepas Rp 14,3 jutaan.
Secara fitur dan teknologi tidak ada yang istimewa. Lihat saja desainnya, masih mengusung desain Supra X 125 versi awal. Sayap depan dan lampu serta seinnya masih membulat. Padahal yang beredar di Indonesia sudah tampil dengan desain serba meruncing.
Perbedaan pada desain hanya ada di bentuk sein belakang yang dibuat menjorok keluar layaknya motor sport. Desain ini dibuat sesuai regulasi yang beredar di Eropa. Lampu sein harus bisa terlihat utuh dari belakang atau depan dan samping.


Sedang mesinnya, sama saja. Sama-sama NF125, satu silinder SOHC dengan kapasitas mesin 125,8cc dan memiliki piston 52,4mm dan stroke 57,9mm. Sudah mengadopsi teknologi injeksi bahan bakar PGM-Fi, dan lolos standar emisi Euro3
Yang pasti pajak dan biaya pengiriman dari Thailand ke Inggris yang bikin harganya jadi mahal.
STAY PEACE, LOVE, ALIM, AND GAHOEL
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7223592
Label:
Pengetahuan,
Transportasi,
Unik
Rabu, 11 Mei 2011
0 Mas Hari, Tukang Becak Paling Gaul dari Jogja
Jangan sepelekan tukang becak di Yogya !!! Bukan hanya pintar bahasa Inggris dan Belanda, tetapi Blasius Haryadi atau akrab dipanggil Mas Hari, malah menggunakan dunia maya sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan. Langganannya bukan hanya di Yogya, tetap juga mancanegara lho !!!.
Mas Hari (42), biasa mangkal di kampung turis Prawirotaman Kota Yogya. Pria yang sudah puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai tukang becak ini, ternyata punya cara tersendiri dibandingkan tukang becak lainnya.
Alumnus SMA De Brito Yogya tahun 88 ini, selain fasih bahasa Inggris juga bahasa Belanda. Di sela-sela menjalani kesibukannya membecak dengan berselancar di dunia maya. Melalui pertemanan jejaring sosial di internet, seperti facebook, twitter, Flixster atau Tagged, ini mendapatkan langganan wisatawan asing. Pria ini berputra 3 orang, istrinya meninggal saat gempa bumi yang meluluh lantahkan DIY 2006 lalu.
Blasius Haryadi menekuni profesi ‘mbecak’ sejak mahasiswa di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogya karena keterbatasan biaya. Kuliah nyambi jadi tukang becak.
Kini pria yang tinggal di Cepoko, Bantul tetap setia mangkal di kampung wisatawan Prawirotaman. Musim liburan adalah saat-saat yang ditunggu untuk mendapatkan keuntungan berlebih. Apalagi, berkat bantuan turis asing Amerika yang mengenalkan pada dunia maya serius, ia dapat pesanan via dunia maya. Ia juga mendirikan 2 grup tukang becak di facebook ‘Becak Jogja’ dan ‘Bellongg Independent Tour’.
Mengapa ia menyukai dunia maya? Awalnya hanya sekedar buat email, karena desakan seorang wisatawan manca. Tapi keterusan dan asyik. Akun Facebook nya sudah tercacat sedikitnya 888 teman dari dalam dan luar negeri. Mas Hari terima bantuan laptop dari para alumni SMA De Britto. ”Saya makin semangat menekuni dunia maya” katanya bergembira.
”Kalau pas musim liburan, banyak turis langganan yang nelpon atau via facebook. Mereka pakai jasa angkutan becak ini untuk berkeliling Yogya. Mulai dari Malioboro, Prambanan, Prawirotaman maupun Kraton,” jelas Mas Hari, yang berharap dengan banyak teman melalui internet bisa meraup penghasilan berlebih para turis yang berlibur di Yogya.


